Dhuafa Back to School

Senin, 26 Januari 20150 komentar

Bulan Rhamadhan menjadi bulan istimewa bagi ummat muslim di seluruh penjuru dunia. Berbagai keistimewaan tersaji. Jadwal daur hidup berubah. Ibadah diperbanyak volumenya tidak seperti hari-hari biasa, seraya berharap terjadi perubahan prilaku di bulan-bulan berikutnya. Salah satu kebiasan penting yang menguntungkan para yatim dan kaum miskin dibulan Rhamadhan adalah bersedekah. Banyak orang menyempatkan diri untuk berbagi dan bersedekah kepada para yatim di bulan suci ini. Imbasnya, kaum dhuafa yang jarang-jarang menikmati makanan enak bisa ikut merasakan masakan lezat seperti orang-orang kaya.
Di yayasan Rinjani Sakti, banyak kaum dermawan menitip kelebihan rejekinya untuk disalurkan kepada para yatim. Tidak main-main, mereka memberikan masakan terbaik semisal sajian masakan Padang atau Nasi Taliwang yang menurut ukuran kantong orang kismin kurang terjangkau. Bersedekah dilakukan secara sempurna dan tidak tanggung-tanggung. Ramadhan membuat kaum miskin berkantong tebal. Pada sepuluh hari terakhit Ramadhan, anak asuh Yayasan Rinjani Sakti kadang di panggil tidak oleh satu dermawan untuk mendapatkan bagiannya. Biasanya mereka dipangil ke rumah dermawan setelah shalat Ashar.
Hari jumat adalah hari yang banyak dipilih dermawan untuk menyalurkan bantuannya atau sedekahnya kepada para yatim. Hari jumat itu kadang mereka diundang pada waktu yang bersamaan, hingga pengurus yang mengantar kadang menyesuaikan waktu dengan mendatangi mereka secara bergiliran. Pulang dari dermawan yang satu dilanjut ke dermawan yang lain. Cara lainnya adalah dengan membagi para yatim untuk sebagian ke salah satu dermawan, dan sebagian mendatangi dermawan lainnya.  Seperti yang terjadi pada hari jumat kemarin. Yayasan telah menjadwalkan penyaluran bantuan peralatan sekolah ba’da ashar, namun karena para yatim juga diundang pada saat yang bersamaan maka acara yayasan di undur menjadi setelah shalat magrib.
Acara pembagian peralatan sekolah yang dadakan Yayasan Rinjani Sakti ini, diselenggarakan dalam rangka mengantipasi kebutuha para yatim yang sangat banyak di awal tahun ajaran. Salah seorang wali yatim yang mengantarkan anaknya ke acara penyerahan bantuan tersebut menyatakan kegembiraannya, karena ia memang belum bisa membelikan anaknya beberapa peralatan sekolah. Sayangnya, acara santunan tersebut dikacaukan oleh padamnya listrik. Meskipun begitu listrik yang padam tidak menjadi kendala acara bertajuk “Dhuafa Back to School” itu.
30an anak yang datang malam itu mendapatkan satu buah tas berisi paket buku, bolpoint, penghapus, pinsil. Selain itu, para yatim yang tampak antusias tersebut juga dibagikan paket beras, kurma dan amplop berisi uang. Kegiatan yang dimuali bakda magrib ini diisi dengan doa yang dipimpin oleh Suriah, pengurus yayasan rinjani sakti yang sehari-hari mengajar di TK Hamzanwadi dan TPQ Al Ikhlas. Usai doa pengurus lainnya beserta panitia membagikan paket tersebut kepada para yatim satu persatu
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yayasan Rinjani Sakti - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger